10 Tips Jadi Web Designer Handal

0 comments
1. Hindari yang sudah “basi”

Saking banyaknya tool yang tersedia untuk mengembangkan web, jangan main “hajar”. Gunakan perangkat yang memang dibutuhkan untuk menggenjot apa yang kamu inginkan jangan asal mendownload tool hanya karena mereka terlihat keren. Cobalaj menghindari hal-hal yang telah dilakukan ornag jutaan kali. Contoh: page counters (kalau trafik situsmu tinggi bisa dianggap arogan, tapi kalau rendah apakah kamu mau seluruh dunia mengetahuinya?) javascipt, text scrolling (sudah terlalu sering digunakan) animasi GIF yang berlebihan, dan tanda “under construction” (bukannya web senantiasa berubah dan diperbaiki?).



2. Ikuti standar HTML

Pastikan kamu mengikuti semua standar HTML, Ingat, tidak semua ornag menggunakan browser yang sama denganmu, dan browser yang berbeda bisa jadi menerjemahkan hal yang berbeda pula. Karena secara teknis, beberapa browser menjadi lebih efisien ketika kode HTML yang tepat digunakan. Kalau website kamu termasuk komersial, kompabilitas HTML yang baik akan menjamin situsmu bisa dilihat oleh lebih banyak orang mengingat tidak semua orang menggunakan brwoser grafis. Pun sangat penting untuk mengikuti standar yang baku karena sebagai web developer hampir mustahil menguji situsmu di setiap browser yang ada.

3. Tahan nafsu mencoba yang baru

Setiap minggu, ada saja hal-hal yang baru di web, sampai nyaris tidak mungkin mengikuti semuanya. Tapi jika kamu ingin merengkuh sebanyak mungkin pengunjung, sabarlah menunggu sampai sesuatu yang baru itu diterima secara luas oleh pengguna maupun pengembang. Menguji produk baru memang menarik, tapi harus seimbang dengan kemauan pengunjung untuk mendownload komponen yang dibutuhkan hanya untuk melihat situsmu.

4. Tembak Langsung

Cobalah menyampaikan maksudmu di halaman pertama, atau setidaknya berikan ide situsmu itu tentang apa. Jika orang harus mencari-cari tahu dulu, bisa jadi mereka langsung melenggang pergi. Percayalah, tidak ada yang lebih menyebalkan daripada sebuah situs yang memaksamu bernavigasi selama 10 menit dulu untuk sekedar mengetahui apa kegunaannya. Ingat, jika ada orang yang mengunjungi situsmu berarti orang tersebut sedang mencari sesuatu , jadi buatlah mereka menemukannya semudah mungkin. Tanya dirimu sendiri tentang hal-hal apa saja yang sekiraya ornag cari secara umu, lalu cobalah membuat hal-hal tersebut dapat diakses dengan gampang dari halaman utama. Jika mungkin, tawarkan cara untuk melakukan pencarian di situsmu, atau mungkin mereka mengontak seseorang jika tidak menemukan yang dicari.

5. Jangan Berlebihan

satu kesalahan umu yang dilakukan developer baru adalah membuat website secara berlebihan. “mainan” baru ini memang bisa bikin terlena, jadi cobalah memanfaatkan hal-hal ekstra seperlunya saja. Contoh tool yang biasanya dipakai berlebihan: grafis, frames, background, bevels, trik grafis, dll. Ketika akan menyemarakka situsmu, tambahkan hanya hal-hal yang melengkapi apa yang sudah ada. Jangan lakukan secara berlebihan mentang-mentang menemukan yang kamu sukai. Buat desain dan layout-nya dulu. Setelah itu, baru tambahkan trik-trik menarik ketika kamu membutuhkannya.

6. Rajin Refresh

Usahakan membuat website-mu selalu “segar” khususnya jika kamu ingin pengunjung datang berulang kali. Jika suatu situs tidak pernah berubah, orang akan ebrhenti mengunjunginya lagi dan lagi. Tapi jika selalu ada sesuatu yang baru mereka kadang-kadang akan main hanya untuk mengetahui apa yang barubah. Coba deh, lakukan desain ulang komplet setiap beberapa bulan. Tidak hanya supaya terlihat segar, tapi inilah kesempatanmu untuk memanfaatkan teknologi baru yang baru dirilis. Misalnya: scripting Javascript atau CGI untuk membuat konten, menggunkan cookies untuk melacak kunjungan sebelumnya dan mengkostumsi konten, mengacak elemn-elemen di situs seperti maingraphics, logos dan lain-lain.

7. Perhatikan Layout/Desain

Keduanya adalah topik yang sangat subyektif tapi penting untuk memastikan keberadaan layout. Alih-alih sekadar menaruh informasi, coba deh manyangkan supaya enak dilihat. Web memungkinkan kamu mengontrol bagaimana informasi ditampilkan, jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Beberapa tips yang bisa kamu coba: bagi-bagi informasi ke dalam bagian-bagian logis, pastikan halaman pembuka terlihat menarik dan gamblang, gunakan them yang konsisten di seluruh situs dan cobalah menggunakan warna, styles dan fonts yang saling melengkapi. Ingat, kesan pertama itu sulit dihapus dari ingatan.

8. Browser Netral

Ketika mengembangkan website, selalu ingat untuk melayani pengunjung sebanyak dan seluas mungkin. Tidak semua orang mempunyai browser yang kamu gunakan, dengan setting grafis yang sama , atau sistem operasi yang serupa. Apa yang terlihat oke di monitormu terlihat amburadul di komputer orang lain. Cobalah menguji halamanmu untuk melihat seperti apa tampilannya dengan ukuran layar berbeda, text-only browser (atau gambar dinonaktifkan), reduksi warna berbeda dan browser berbeda dengan setting fitur minimal, juga sangat penting, jangan memaksa orang melihat situsmu dalam kondisi ideal—memberikan syarat spesifikasi ke pengunjung akan menjamin mereka berpaling dan mungkin terasa terganggu.

9. Pastikan Kualitas Grafis

Ini bisa jadi faktor utama untuk memperbaiki penampilan websitemu. Cobalan menemukan graphics package yang mumpuni seperti Adobe Photoshop, Corel-Photo-Paint atau Microsoft Image Composer. Ingat, software yang kamu gunakan harus membolehkan fitur grafis yang disebut “anti aliasing”. Fasilitas ini akan membantu membuat gambar terlihat halus dan profesional.

10. Perhatikan ukuran halaman total

Salah satu hal yang bikin frustasi bagi orang yang sedang membrowsing adalah menunggu selesai loading. Selalu pastikan sistusmu relatif cepat ketika loading, apapun yang kamu tarus disana. Ada banyak fakto yang mempengaruhi kecepatan total website tapi pastikan ukuran file yang terlalu besar bukanlah salah satunya. Ada aturan bahwa halaman utama sebaiknya tidak lebih dari 50Kb. Dalam kondisi normal, halaman berukuran segitu akan di-load dalam beberapa detik tapi masih memungkinkan penggunaan grafis yang cukup. Kalau kamu punya teks yang gaka banyak, pertimbangkan untuk meletakkannya di halaman terpisah. Ingat juga bahwa kebanyakan browser menyimpan gambar di suatu cache, jadi jika kamu menggunakan gambar yang sama di beberapa halaman berbeda di situsmu, si browser akan menggunakan file dari cache sehingga tidak perlu mendownloadnya lagi.

Sumber: PC Plus

Diketik ulang di:
Pekanbaru, 06 February 2011
07:03 PM
By: Fitri Defi

Post a Comment